Monday, November 24, 2008

IPv4 dan IPV6


  1. Sekilas IPv4 dan IPv6
Awalnya desain IP address menggunakan Internet Protocol Version 4 ( IPv4 ) dimana pengalamatannya menggunakan 32 bit untuk merepresentasikan nilai IP address suatu komputer. Karena pertumbuhan teknologi yang sangat pesat, sehingga memaksa untuk adanya perkembangan di bidang jaringan pula. Salah satu caranya dengan mengembangkan teknologi baru yaitu Internet Protocol Version 6 ( IPv6 ). IPv6 merupakan cara pengalamatan suatu IP address dengan menggunakan 128 bit untuk representasinya.
  1. Paket IPv4 dan IPv6
Pada umumnya, paket IPv4 dan IPv6 adalah sama, yang membedakan keduanya hanya terletak pada jumlah bit penentunya. Adapun paket-paket tersebut adalah :


  1. Header
Header IP berisi alamat informasi. Alamat-alamat tersebut berfungsi atau bertugas untuk menyediakan dukungan untuk memetakan jaringan (routing), identifikasi muatan IP, ukuran header IP dan datagram IP, dukungan fragmentasi, dan juga IP Options. Selain itu header juga berfungsi untuk meringkas infomasi yang dibawanya.
Untuk IPv4, jumlah field header mencapai 12, akan tetapi pada IPv6 berkurang menjadi 8. Meskipun pada IPv6 lebih sedikit, akan tetapi pada IPv6 menghilangkan bagian yang tidak diperlukan atau jarang digunakan dan menambahkan bagian yang menyediakan dukungan yang lebih bagus untuk komunikasi masa depan yang sebagian besar adalah trafik real-time.
  1. Body
Body IP berisi pesan informasi data itu sendiri.
  1. Tail
Tail IP berfungsi untuk mengekstrak kembali informasi yang dikirimkan yang sebelumnya telah di ringkas oleh header agar informasi yang di terima akan utuh seperti saat sebelum dikirimkan. Selain itu, tail juga bertugas untuk merecovery data yang eror.
  1. Pembagian kelas pada IPv6
Pada IPv6, terdapat pembagian kelas-kelas selayaknya pada IPv4. Akan tetapi, pembagiannya masih belum seperti pada IPv4 yang lebih baik dan teratur. Pada IPv6 pembagian kelasnya masih terbatas sebagai berikut:
  1. Aggregatable Global Unicast Address
Pembeda kelas ini dengan kelas yang lain terletak pada 3 bit awal dari IP tersebut. Pada kelas ini, 3 bit awalnya adalah 0 0 1.
  1. Link-Local Unicast Address
Pembeda kelas ini dengan kelas yang lain terletak pada 10 bit awal dari IP tersebut. Pada kelas ini, 10 bit awalnya adalah 1 1 1 1 1 1 1 0 1 0.
  1. Site-Local Unicast Address
Pembeda kelas ini dengan kelas yang lain terletak pada 10 bit awal dari IP tersebut. Pada kelas ini, 10 bit awalnya adalah 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1.
  1. Multicast Address
Pembeda kelas ini dengan kelas yang lain terletak pada 8 bit awal dari IP tersebut. Pada kelas ini, 8 bit awalnya adalah 1 1 1 1 1 1 1 1.

  1. Proses pemberian IP pada IP dinamis / DHCP
DHCP(Dynamic Host Configuration Protocol ) merupakan suatu server yang berfungsi untuk menentukan IP suatu komputer yang konfigurasinya dilakukan dengan menggunakan konfigurasi IP dinamis. Sehingga user tidak perlu lagi melakukan konfigurasi untuk menentukan IP address komputer yang ia pakai.
Adapun proses pemberian IP address tersebut ada beberapa langkah, yaitu :
  1. Saat komputer dinyalakan, komputer akan langsung merequest ke DHCP server untuk meminta IP address yang masih belum dipakai oleh komputer lain, yang nantinya akan digunakan oleh komputer tersebut.
  2. DHCP server akan mengecek ke database DHCP, apakah masih ada IP address yang bisa diberikan.
    • Jika tidak ada, maka komputer klient tidak akan mendapat balasan IP address yang bisa digunakan, otomatis komputer tersebut tidak akan dapat menginialisasi TCP/IP sehingga komputer tersebut tidak akan bisa terhubung dengan jaringan tersebut sampai klient meminta IP address di lain waktu dan terdapat IP address yang siap untuk dipakai
    • Jika ada, maka DHCP server akan memberikan penawaran IP address kepada klient yang membutuhkan.
  3. Setelah klient mendapat penawaran, klient akan memilih IP mana yang akan digunakan sesuai dengan IP address yang pertama ditangkapnya. Selanjutnya klient akan memberikan sinyal kepada DHCP server bahwa klient telah menyetujui IP yang dikirimkan.
  4. Setelah server mendapat sinyal tersebut, server akan mencoret IP tersebut dari daftar DHCP agar tidak bisa digunakan lagi hingga masa pemakaian IP tersebut habis untuk klient sebelumnya. Selanjutnya server akan mengirimkan konfirmasi IP address dan klient bisa langsung menginialisasi dan bisa langsung bergabung dengan jaringan yang ada.
  5. Jika masa penggunaan IP tersebut telah habis dan pemakai tidak melakukan permintaan lagi terhadap IP yang baru, maka IP tersebut akan ditarik kembali ke DHCP server untuk nantinya akan diberikan kepada klient lain yang lebih membutuhkan IP tersebut.

No comments: