Wednesday, October 08, 2008

IP ADDRESS

Dwi Rakhmat Wiji Utomo
IP ( Internet Protocol ) address adalah nomor pengenal ( alamat lojik ) yang berfungsi untuk mengikut sertakan sebuah computer kedalam sebuah komunitas computer yang hingga akhirnya bisa berkomunikasi antara satu computer dengan computer yang lain. Biasanya IP address disimpan dalam bentuk bilangan-bilangan biner. Adapun peran IP address antara lain :


  1. identitas sebuah nama computer yang akan dicari
  2. identitas alamat dimana computer itu berada
  3. identitas rute dimana dia bergabung dengan sebuah jaringan.
Awalnya desain IP address didefinisikan sebanyak 32 bit dan system dimana computer tersebut ikut dalam sebuah jaringan tertentu, atau saat ini sering kita sebut dengan Internet Protocol Version 4 ( IPv4 ) dan sampai saat ini tetap digunakan versi tersebut. Bagaimanapun juga, pertumbuhan internet saat ini yang mengikuti pertumbuhan teknologi yang semakin pesat, yang bisa mengakibatkan pengurangan ruang alamat, maka mendorong untuk mengembangkan suatu system pengalamatan yang baru yaitu dengan menggunakan yaitu Internet Protocol Version 6 ( IPv6 )yang menggunakan 128 bit untuk pengalamatan.
IP address dapat diaplikasikan pada 2 area yaitu private atau pribadi pada LAN (Local Area Network) ataupun public atau umum yaitu pada internet ataupun WAN (Wide Area Network) lainnya. Yang membedakan disini adalah ada beberapa bit pembentuk yang menunjukkan sebuah subnetwork.
Seharusnya penggunaan dan pengidentifikasian sebuah IP address haruslah unik ( satu sama lain harus berbeda ) untuk setiap computer yang ikut serta dalam jaringan tersebut. Namun hal ini tidak sepenuhnya selalu berlaku, seperti pada private network, pengmbangan dan penghemmatan space alamat mengharuskan penggunaan ulang (reuse) alamat yang telah ada. Selain itu, saat ini ada teknologi tambahan yang mengijinkan beberapa host memiliki satu IP address yang sama tetapi dengan porsi yang berbeda antara satu dengan yang lainnya dalam halpnyajian layanan internet yang diminta oleh pengguan.
Berdasarkan cara konfigurasinya, IP address dibagi menjadi dua, yaitu IP statis dan IP dinamis.
  1. IP statis
IP statis adalah IP yang harus di konfigurasikan secara manual oleh pengguna deengan menggunakan IP yang sama untuk setiap computer yang dilakukan setiap kali computer dinyalakan. Kelemahan dari IP jenis ini, IP tersebut tidak bisa diubah ataupun digunakan oleh computer lainnya, kecuali diubah oleh administrator jaringan yang bersangkutan, sehingga bisa saja terjadi banyak alokasi alamat IP yang vakum (tidak digunakan) sehingga kurang adanya optimasi bandwidth yang digunakan. Sedangkan keuntungannya adalah setiap computer memiliki alamat IP yang tetap, sehingga sanga mudah dideteksi computer mana yang menggunakan jarinagn tersebut.
  1. IP dinamis
Sedangkan IP dinamis adalah IP yang secara otomatis akan ditunjuk oleh sebuah computer setiap kali computer dinyalakan. IP dinamis lebih sering digunakan pada LAN dan boardband network dengan Dynamic Host Configuration Protocol (DHCP) server. Di beberapa system operasi, computer bisa mengeset IP dinamis secara otomatis tanpa mengubah setingan ke DHCP server. Keunggulan IP dinamis selain kita tanpa harus menyeting IP saat computer dinyalakan, kita juga bisa memaksimalkan jumlah bandwidth yang ada. Akan tetapi, kita akan sulit mendeteksi computer mana yang menggukanan IP tersebut.

No comments: